Hi, apa kabar? Tempat ini masih seperti dulu sepertinya. Eh, enggak deh. Lebih banyak debu sekarang.
Jadi, gini... Saya berpikir untuk kembali menulis di sini tidak pasti apakah akan setiap bulan atau setiap minggu. Yang jelas, setiap saya punya cerita untuk dibagikan, saya akan menuliskannya di sini. Kehidupan saya tidak terlalu menarik, jadi jangan terlalu berharap akan ada banyak cerita yang bisa saya bagikan. Oh, dan jangan harap ceritanya akan memberikan pengetahuan yang baru bagi kalian (siapapun yang membaca blog ini). Kenapa? Karena isi blog ini masih akan sama seperti sebelumnya absurd dan tidak berbobot. Kadang malah garing, jayus, dan krik krik krik. Haha.
Nah, alasan saya ingin menulis lagi di sini ada dua. Pertama, karena ada seseorang yang berjuang empat bulan untuk menemukan saya di dunia maya. Jadi, ini sejenis bentuk permintaan maaf for giving her such a fake hope. Hahaha. Dan rasa terima kasih untuk ceritanya. Grin. (Terlepas dari apakah dia akan membacanya atau tidak.) Alasan kedua, karena... Hmm, setelah dipikir-pikir alasan kedua terdengar memalukan. Jadi, lupakan saja.
So, here is the first story.
Kalian tahu tren bapak-bapak saat ini? Enggak cuma bapak-bapak sih, anak muda dan anak kecil juga ada beberapa yang mengandrungi tren ini. Saya enggak tahu apa nama resmi tren itu jadi kita sebut saja tren cincin dan batu. Tapi, kali ini saya cuma akan membahas tren batu. Iya, tren yang itu, yang membuat bapak-bapak jadi mulai kehilangan rasionalitas sampai mencari batu ditumpukan pasir.
Tarik napas kalian dalam-dalam, karena kita akan memasuki bagian paling sedih dari cerita kali ini.
Siap?
Oke, jadi pagi ini akhirnya... adik saya terjangkit penyakit itu. Saya sampai mau menangis melihatnya. Pagi-pagi, enggak ada angin enggak ada hujan, dia berpetualang ke tumpukan pasir dan dengan semangat empat lima mendeklarasikan niatnya untuk mencari batu. Lalu, setiap lima sampai sepuluh menit dia kembali ke rumah membawa... batu. Tidak hanya satu atau dua, kadang sepuluh yang menurut pengelihatan saya semuanya batu. Batu dan tidak berharga. Tapi, sebagai kakak yang baik hati dan tidak sombong, saya cuma bisa mengelus dada.
Setelah batunya terkumpul, dia menuju dapur mengambil asahan pisau ibu saya, lalu mulai mengasah batunya. Mengasah sepertinya bukan istilah yang tepat karena semua batu itu tidak bertambah tajam mereka makin tumpul dan halus. Saya mulai meragukan kemampuan mengasah asahan pisau ibu saya. Entah, ibu saya tertipu oleh tukang jualan asah pisau atau memang atas dasar pengematan dia membeli asahan pisau yang lebih murah sehingga hasilnya kurang memuaskan.
Kembali, ke batu-batu yang semakin lama semakin halus dan semakin banyak. Singkat cerita, ngebala.
Setelah mengas—menghaluskan banyak batu akhirnya dia menemukan batu. Iya, ini terdengar aneh. Jadi, kalian simpulkan saja sendiri dari percakapan di bawah ini.
Adik Saya : "Akhirnya, gw nemuin batu nih."
Saya : "Mana coba gw lihat?" (sambil mencoba untuk bersabar dan menahan diri untuk berkata "Ya dari tadi yang lo ambil itu kalau bukan batu apa namanya?!!)
Adik Saya : (dengan tampang polos tidak berdosa menunjukkan batunya pada saya.)
Saya : (melihat dengan tampang bego, mencoba untuk memahami dari sisi mana batu itu berbeda dari batu-batu yang sebelumnya, yang dikategorikan oleh adik saya sebagai bukan batu.)
Adik Saya : "Lihat nih, gw yakin yang ini batu. Warnanya kuning."
Saya : "Apanya yang batu, warnanya kuning begitu." (saya juga enggak tahu apa yang saya ucapkan tapi berdasarkan pengalaman saya selama hidup di dunia ini, warna kuning lebih identik dengan sesuatu yang bau bukan batu.)
Adik Saya : "Lihat ini. Warnanya kuning begini."
Saya : "Justru karena kuning."
Adik Saya : "Ya udah kalau lo gak percaya." (mengalihkan perhatiannya pada proses penghalusan batu lagi.)
Saya : ... (pergi dengan senang hati.)
Lima menit kemudian.
Adik Saya: "Kayaknya ini bukan batu."
Dan setelah tiga jam bolak balik antara dapur dan tumpukan pasir, akhirnya adik saya menyerah. Fiuh, untunglah.
Dec 28, 2014
Oct 11, 2011
Pernahkah Anda Memikirkan Ini?
Ehm, hallo ada orang disini? Sigh, ternyata tidak ada. Menyedihkan.
Ok, anggap saja saya bicara sendiri. Begini, tadi saya mendengar sebuah lagu judulnya "Andaiku Gayus Tambunan", lalu tahukah anda bahwa secara kebetulan saya menemukan sebuah makna dan pesan tersembunyi dari lagu tersebut.
1. Orang itu masuk penjara selama kira-kira tujuh bulan dan badannya jadi kurus! Pesan tersirat yang bisa anda dapatkan adalah bagi anda yang ingin diet dan mendapatkan hasil yang maksimal dalam waktu kurang dari satu tahun, silahkan merampok bank terdekat dan siapkan batin untuk di penjara. Semoga vonis hukuman yang diberikan pada anda hanya tujuh bulan dan tidak lebih. Amin.
Sep 15, 2011
Cincin dan Manfaatnya
Suatu hari, seseorang pernah mengajariku sesuatu, bukan hal yg istimewa sebenarnya tapi mungkin cukup berguna.
"Gunakanlah satu buah cincin di tanganmu."
Kamu mungkin bertanya-tanya apa gunanya? Itu berguna, kawan. Pertama, cincin itu bisa digunakan untuk melamar pacarmu jika cincin yang sudah kamu siapkan sejak berbulan-bulan yang lalu tertinggal, hilang atau berkarat. Satu-satunya kelemahan yang mungkin terjadi adalah pacarmu ternyata tidak ingin menikahimu dan membuang cincin itu ke tong sampah karena ia tahu bahwa cincin itu adalah hadiah darinya yang merupakan hadiah dari salah satu makan ringan.
"Gunakanlah satu buah cincin di tanganmu."
Kamu mungkin bertanya-tanya apa gunanya? Itu berguna, kawan. Pertama, cincin itu bisa digunakan untuk melamar pacarmu jika cincin yang sudah kamu siapkan sejak berbulan-bulan yang lalu tertinggal, hilang atau berkarat. Satu-satunya kelemahan yang mungkin terjadi adalah pacarmu ternyata tidak ingin menikahimu dan membuang cincin itu ke tong sampah karena ia tahu bahwa cincin itu adalah hadiah darinya yang merupakan hadiah dari salah satu makan ringan.
Aug 30, 2011
Kanker
Mereka, sel-sel itu, berperilaku seperti binatang dalam tubuh manusianya. Kanibal bodoh yang hanya tahu bagaimana cara untuk terus hidup dan berkembang biak tanpa pernah berpikir bahwa suatu saat nanti sumber daya dan tempat tinggal mereka akan habis. Kalau dipikir-pikir, ia dan sel-sel dalam tubuhnya itu tidak jauh berbeda, iya kan? Ia dan bangsanya hanya tahu bagaimana cara untuk menghabiskan sumber daya alam dunianya, tanpa memperhitungkan bahwa apa yang ia lakukan ternyata membunuh dunianya.
Aug 28, 2011
"Pros Don't Think, They Feel"*
Yeah, saya rasa itu alasannya kenapa saya tidak bisa menulis cerita lebih dari satu paragraf. I'm still an amateur. I'm still thinking, not feeling. Penulis menulis berdasarkan nalurinya, beberapa orang menyebutnya instinct. Pacar saya pernah bilang, eh? Iya, pacar, malaikatkan tidak harus jomblo? Iya kan? Eh, ganteng? Tidak, dia cantik dan saya yang ganteng laki-laki. Secantik bidadari? Mungkin atau mungkin juga lebih, entahlah, saya belum pernah melihat bidadari sebelumnya. Tapi, seperti yang saya bilang sebelumnya, cinta itu buta dan saya sedang jatuh cinta jadi, ya, secara tak langsung saya buta dan kurasa cinta adalah obat kecantikan alami, cinta membuat perempuan semakin cantik, iya kan? Ah, sudahlah, kembali ke post ini. Dia bilang, Stephen King, jangan tanya saya dia siapa saya juga tidak tahu, pernah bilang di bukunya kalau mau jadi penulis biasakan menulis 2000 kata sehari. Nah, menulis 2000 kata itu mudah, kita bisa saja menulis kata "Cantik" 2000 kali, masalahnya menulis 2000 kata yang saling berkaitan dan berkualitas itu yang sulit. Dairy mungkin pilihan yang paling mudah, anda menulis apa yang sudah terjadi, mengubah apa yang anda lihat, dengar dan rasakan menjadi tulisan yang meskipun BELUM berkualitas setidaknya berkaitan. Mungkin, suatu saat nanti, dairy anda akan jadi tulisan yang berkualitas, selama anda terus dan terus menulis.
Satu hal yang menjadi masalah disini adalah saya tidak mungkin menulis dairy. Alasan pertama, saya tidak punya buku dairy, jadi bagaimana saya bisa menulis? Disini? dan dibaca oleh ratusan atau mungkin ribuan bahkan jutaan orang? Tidak, terima kasih. Jangan tanya kenapa, coba saja, anda bacakan isi dairy anda di depan umum. Alasan kedua, mungkin isi dairy saya akan seperti ini.
Satu hal yang menjadi masalah disini adalah saya tidak mungkin menulis dairy. Alasan pertama, saya tidak punya buku dairy, jadi bagaimana saya bisa menulis? Disini? dan dibaca oleh ratusan atau mungkin ribuan bahkan jutaan orang? Tidak, terima kasih. Jangan tanya kenapa, coba saja, anda bacakan isi dairy anda di depan umum. Alasan kedua, mungkin isi dairy saya akan seperti ini.
Aug 24, 2011
Gombal
Pertanyaan pertama tahukah anda apa itu Gombal?
Menurut, salah satu website paling terkenal di dunia bernama GOOGLE,
1. Gombal adalah kata dari Bahasa Indonesia yang mengekspresikan sesuatu yang tidak berguna atau tidak berarti, dalam Bahasa Inggris, artinya hampir sama dengan kata shit atau bullshit.
2. Gombal adalah rayuan sesorang kepada orang yang dijadikan target tertentu. Bisa dijadikan pacar, istri, pembantu, dan sekutunya.
3. Gombal adalah bohong, omong kosong, rayuan.
4. Gombal adalah kain yang sudah tua (sobek-sobek).
5. Gombal adalah ucapan yang tidak benar, tidak sesuai dengan kenyataan, omongan bohong.
Menurut, salah satu website paling terkenal di dunia bernama GOOGLE,
1. Gombal adalah kata dari Bahasa Indonesia yang mengekspresikan sesuatu yang tidak berguna atau tidak berarti, dalam Bahasa Inggris, artinya hampir sama dengan kata shit atau bullshit.
2. Gombal adalah rayuan sesorang kepada orang yang dijadikan target tertentu. Bisa dijadikan pacar, istri, pembantu, dan sekutunya.
3. Gombal adalah bohong, omong kosong, rayuan.
4. Gombal adalah kain yang sudah tua (sobek-sobek).
5. Gombal adalah ucapan yang tidak benar, tidak sesuai dengan kenyataan, omongan bohong.
Aug 19, 2011
Percakapan ABC
Setelah merenung dan berpikir, kali ini saya ingin menulis tentang uang, tapi pertama-tama saya ingin menulis mengenai sebuah percakapan antara seseorang dan seseorang. Seseorang yang pertama, sebut saja A, dan seseorang kedua kita namai B.
Suatu hari A bertemu dengan B, mereka melakukan percakapan ABC. Percakapan ini dimulai dari A, dijawab oleh B, dan diakhiri oleh C. Siapakah C? Dia adalah seseorang yang lainnya. Dan, dimulailah percakapan ini.
Suatu hari A bertemu dengan B, mereka melakukan percakapan ABC. Percakapan ini dimulai dari A, dijawab oleh B, dan diakhiri oleh C. Siapakah C? Dia adalah seseorang yang lainnya. Dan, dimulailah percakapan ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)