Setelah merenung dan berpikir, kali ini saya ingin menulis tentang uang, tapi pertama-tama saya ingin menulis mengenai sebuah percakapan antara seseorang dan seseorang. Seseorang yang pertama, sebut saja A, dan seseorang kedua kita namai B.
Suatu hari A bertemu dengan B, mereka melakukan percakapan ABC. Percakapan ini dimulai dari A, dijawab oleh B, dan diakhiri oleh C. Siapakah C? Dia adalah seseorang yang lainnya. Dan, dimulailah percakapan ini.
Showing posts with label Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Fiksi. Show all posts
Aug 19, 2011
Feb 12, 2011
"Miaow" - part 3
----------
Bagaimana pendapat anda mengenai part 2 dari cerita ini? Tidak usah dijawab. Lupakan saja pertanyaan itu. Cuma intermezzo, bukan hal yang penting.
Setelah melalui serangkaian test, percobaan, penelusuran, dan pencarian yang mendalam dan terukur serta terstruktur, saya berhasil menyimpulkan apa saja yang dilakukan Doggy tiga jam yang lalu. Begini kronologisnya, setelah pamitan dengan Bungsu dia berjalan ke arah timur, tempat terbenamnya matahari. Maaf, maksud saya barat. Pada langkah ke tiga, kakinya tersandung batu krikil karena belum terbiasa dengan sepatu boot barunya. Namun, itu bukanlah halangan yang berarti. Semenit kemudian ia melanjutkan perjalanan ke baratnya. Tiga langkah kemudian ia menemukan sehelai daun yang jatuh dari pohonnya, memasukkannya kedalam tas, dan kembali melanjutkan perjalanannya. Err. Maaf, bagaimana kalau kita lewatkan saja semua detailtidak kurang penting itu. Anda pasti akan tertidur kalau saya melanjutkan cerita mengenai langkah demi langkah yang ia tempuh hingga tiba di hutan. Jaraknya kira-kira 20000 langkah, masih ada 19994 langkah lagi yang harus diceritakan. Kurasa itu setara dengan tujuh jilid novel ke tujuh Harry Potter dalam versi yang sangat menyedihkan, membosankan, dan menidurkan. Atas dasar pertimbangan itu, saya memutuskan, baik secara sepihak maupun tidak, untuk mensensor perjalanannya menuju hutan.
Bagaimana pendapat anda mengenai part 2 dari cerita ini? Tidak usah dijawab. Lupakan saja pertanyaan itu. Cuma intermezzo, bukan hal yang penting.
Setelah melalui serangkaian test, percobaan, penelusuran, dan pencarian yang mendalam dan terukur serta terstruktur, saya berhasil menyimpulkan apa saja yang dilakukan Doggy tiga jam yang lalu. Begini kronologisnya, setelah pamitan dengan Bungsu dia berjalan ke arah timur, tempat terbenamnya matahari. Maaf, maksud saya barat. Pada langkah ke tiga, kakinya tersandung batu krikil karena belum terbiasa dengan sepatu boot barunya. Namun, itu bukanlah halangan yang berarti. Semenit kemudian ia melanjutkan perjalanan ke baratnya. Tiga langkah kemudian ia menemukan sehelai daun yang jatuh dari pohonnya, memasukkannya kedalam tas, dan kembali melanjutkan perjalanannya. Err. Maaf, bagaimana kalau kita lewatkan saja semua detail
Feb 10, 2011
"Miaow" - part 2
----------
"..."
Tiga sudah berlalu, namun Bungsu masih duduk di batu itu. Meratapi nasibnya. Kurasa dia tidak akan beranjak dari batu itu hingga tiga sampai empat jam ke depan. Bagaimana aku bisa tahu? Hmm, dia makan siang jam dua belas dan sekarang baru jam empat, jadi menurut perhitungan normal seharusnya dia akan makan jam tujuh atau delapan nanti dan itu kira-kira tiga sampai empat jam lagi. Saya tidak mau melewatkan tiga sampai empat jam disini danmenulis mengetik "dia masih duduk disana", "dia baru saja mengerakkan kaki kirinya", "rambutnya tertiup angin", dan seterusnya. Saya yakin anda juga tidak ingin membaca cerita membosankan seperti itu. Jadi, ada baiknya kalau kita melihat apa yang sedang dikerjakan Doggy.
"..."
Tiga sudah berlalu, namun Bungsu masih duduk di batu itu. Meratapi nasibnya. Kurasa dia tidak akan beranjak dari batu itu hingga tiga sampai empat jam ke depan. Bagaimana aku bisa tahu? Hmm, dia makan siang jam dua belas dan sekarang baru jam empat, jadi menurut perhitungan normal seharusnya dia akan makan jam tujuh atau delapan nanti dan itu kira-kira tiga sampai empat jam lagi. Saya tidak mau melewatkan tiga sampai empat jam disini dan
Feb 8, 2011
"Miaow" - part 1
----------
Dahulu kala saat Bumi masih belum terbentuk dengan baik, hiduplah seorang ayah dengan ketiga putranya. Ia adalah pemilik sebuah pabrik pengilingan yang terletak di Planet Mars.
Ya, di Mars. Saat itu, Bumi sedang dalam perbaikan dan pembentukan kembali. Ada beberapa kebocoran gas di sana dan sini. Sebenarnya hal itu tidak perlu terlalu dikhawatirkan, kalau saja tidak ada orang bodoh yang merokok dan menyulut ledakan besar sehingga bentuk Bumi menjadi kubus dengan lubang ditengahnya dan orang-orang terpaksa dipindahkan ke Planet Mars untuk sementara.
Dahulu kala saat Bumi masih belum terbentuk dengan baik, hiduplah seorang ayah dengan ketiga putranya. Ia adalah pemilik sebuah pabrik pengilingan yang terletak di Planet Mars.
Ya, di Mars. Saat itu, Bumi sedang dalam perbaikan dan pembentukan kembali. Ada beberapa kebocoran gas di sana dan sini. Sebenarnya hal itu tidak perlu terlalu dikhawatirkan, kalau saja tidak ada orang bodoh yang merokok dan menyulut ledakan besar sehingga bentuk Bumi menjadi kubus dengan lubang ditengahnya dan orang-orang terpaksa dipindahkan ke Planet Mars untuk sementara.
Feb 1, 2011
Cinderella
Hari ini sewaktu sedang makan pagi pada siang hari di sebuah tempat makan. Saya teringat akan janji saya untuk menceritakan kisah Cinderella. Maka, disinilah saya sekarang, menulis cerita Cinderella.
Oh, iya. Sewaktu di tempat makan, teman saya memberikan sebuah inspirasi untuk minum enak dan hemat. Begini, pesan saja enam gelas es teh tawar dan satu gelas es teh manis. Lalu, saat minumannya sudah datang, cicipilah es teh manis tersebut sambil memindahkan sendok es teh manis ke gelas es teh tawar. Lalu, panggil pelayannya dan katakan "Kurang manis nih, mbak/mas. Tolong tambahin gula dong.", sambil menyerahkan gelas es teh tawar bersendok ke pelayan tersebut. Lakukan kegiatan itu secukupnya tanpa ketahuan dan anda akan mendapatkan es teh manis seharga es teh tawar. Selamat Mencoba, Semoga anda beruntung. :)
Ok, itu hanya intermezzo. Sekarang kita mulai cerita Cinderella.
Oh, iya. Sewaktu di tempat makan, teman saya memberikan sebuah inspirasi untuk minum enak dan hemat. Begini, pesan saja enam gelas es teh tawar dan satu gelas es teh manis. Lalu, saat minumannya sudah datang, cicipilah es teh manis tersebut sambil memindahkan sendok es teh manis ke gelas es teh tawar. Lalu, panggil pelayannya dan katakan "Kurang manis nih, mbak/mas. Tolong tambahin gula dong.", sambil menyerahkan gelas es teh tawar bersendok ke pelayan tersebut. Lakukan kegiatan itu secukupnya tanpa ketahuan dan anda akan mendapatkan es teh manis seharga es teh tawar. Selamat Mencoba, Semoga anda beruntung. :)
Ok, itu hanya intermezzo. Sekarang kita mulai cerita Cinderella.
Jan 23, 2011
Soal Ujian Masuk
Apakah anda masih ingat dengan resolusi saya? Kalau tidak, tidak masalah, saya juga tidak begitu ingat lagi. Satu-satunya yang saya ingat adalah saya berniat untuk mencari seorang murid sebagai malaikat. Nah, untuk itu saya sudah memikirkan metode penerimaannya, yaitu dengan memberlakukan Ujian Masuk. Ujian masuk ini akan terdiri dari dua bagian, pertama 5 soal isian mengenai data diri dan kedua 95 soal essai untuk menguji pengetahuan calon murid saya. Aturannya mudah, mereka hanya harus menjawab 100 soal tersebut dalam waktu 5 menit. Anda mungkin berpikir ujian ini tidak mungkin dikerjakan, tapi coba pikirkan lagi. Menurutmu, apa tugas malaikat hanya duduk di depan komputer dan menulis blog? SALAH! SALAH BESAR! Tugas malaikat adalah untuk MENCATAT kebaikan dan kejahatan seseorang dan mengirimkan laporan bulanannya ke Surga. Belum ditambah laporan harian, laporan mingguan, laporan tahunan, laporan dwi tahunan, serta laporan abad-an. Kalau anda masih menganggap itu semudah menuliskan laporan bulanan keuangan sebuah perusahaan, maaf kawan, anda harus berpikir sekali lagi. Berapa jumlah manusia di Bumi? 6.7 miliar. Benar sekali. Lalu, berapa jumlah malaikat saat ini? SATU! Tepat. Ok, mungkin akan jadi dua nanti kalau saya sudah punya murid, tapi coba bayangkan setiap malaikat harus menulis kebaikan dan kejahatan 3.35 miliar manusia setiap detiknya. Dibandingkan dengan itu, menjawab 100 soal dalam waktu 5 menit bukanlah tugas yang berat. Kalau menjawab 100 soal dalam 5 menit saja tidak bisa, bagaimana mau mencatat kebaikan dan kejahatan 3.35 miliar manusia per DETIK? Nah, sebelum anda mendebat saya lebih jauh dengan pertanyaan seperti "Dengan tugas seberat itu bagaimana mungkin saya masih bisa menulis blog?", "Kenapa harus ada laporan mingguan jika sudah ada laporan harian?", "Seberapa tebal laporan abad-an?", dan seterusnya. Lebih baik kita kembali ke tujuan utama saya, membuat soal ujian masuk.
Dec 30, 2010
Sebuah Cerita
Hari ini, saya mau menulis sebuah cerita. Judulnya? Belum kepikiran. Kisahnya? Belum tahu. Jadi? Baru sekedar mau nulis. Belum tahu apa yang mau ditulis. Ah, saya tahu. Saya akan menulis cerita mengenai "Tahu", sekedar informasi "Tahu" ini bukan temannya "Tempe" yang tinggal di Gang Lauk Pauk no 1001. "Tahu" yang saya maksudkan disini adalah "Tahu" yang menjadi sebuah kata yang tersiksa selama berabad-abad karena kesalahan Para Sastrawan dan Para Sastrawati Bahasa Aisenodni. Kesalahan yang sederhana tapi sangat fatal.
Begini, ceritanya...
Begini, ceritanya...
Nov 25, 2010
"Bangunan Karakter"
Pada kesempatan kali ini, saya mau bercerita mengenai salah satu mata kuliah pada Universitas B, "Bangunan Karakter". Oh, sebelum itu mari kita luluskan dulu satu kesalahpahaman yang mungkin terjadi. Saya bukan mahasiswa Unversitas B, saya hanya sering berkunjung ke sana. Coba bayangkan seorang malaikat lengkap dengan sayap-sayapnya duduk di dalam kelas dan mencatat. Pasti banyak bulu burung merpati yang berserakan di bawah dan sepanjang jalan dari pintu masuk ke kelas, belum lagi jalan ke arah WC, kantin, atap, parkiran, dan tempat-tempat lainnya yang tidak mungkin saya sebutkan satu per satu karena keterbatasan kertas dan tinta. Jadi, sebagai malaikat yang baik dan demi kebahagiaan para OB di Universitas tersebut saya tidak kuliah disana. Lalu, mengenai bagaimana saya bisa tahu mengenai mata kuliah "Bangunan Karakter" ini, biar Tuhan, saya dan si iblis saja yang tahu. Anda cukup nikmati saja tulisan ini dengan segelas kopi susu dan sebungkus rokok. :) Ok, cukup perkenalannya sekarang kita kembali ke cerita "Bangunan Karakter" yang sempat tertunda. Ceritanya begini...
Subscribe to:
Posts (Atom)