Mar 18, 2017
Dec 11, 2016
Review #JuruBicaraJKT @pandji
Saya nonton ini di kursi platinum. Harus banget dibuka dengan kalimat ini. :))
Ini kali kedua, saya nonton live stand up Pandji, yang pertama Mesake Bangsaku (di kursi platinum juga #penting). In my opinion, this one is less funny. Entah, mungkin karena yang pertama selalu lebih berkesan? Mungkin, karena materi yang ini lebih sulit dilucukan. Mungkin juga, saya salah ingat. Tapi, yang ini jelas lebih berbobot, the message is loud and clear.
Pandji menyajikan materinya sebagai bentuk kritik dan protes--eh, semua stand up juga gitu kayaknya, ya. Hahaha, maafkan kosakata saya yang terbatas--terhadap pemerintah, lembaga sensor, media, bahkan pada masyarakat Indonesia. Dia membawakan materi-materi yang selama ini dianggap tabu dan dibiarkan membusuk di sudut ruangan dengan, ehm, apik dan berani? Iya, berani. Karena saya yakin kalau show ini dibawakan oleh Pak Basuki Tjahaja Purnama pasti terjadi Civil War. Pasti. Pak Basuki mungkin sudah pesan baju Iron Man jauh-jauh hari sebelum show dan tahun 2017 bisa dipastikan akan lebih rusuh daripada tahun ini. Tapi, karena yang membawakannya adalah (ini saya kutip kata-kata Pandji-nya sendiri loh, ya) "bukan artis pendongkrak rating". Jadi, kita masih bisa berharap ada lebih banyak keceriaan dan jomblo-jomblo yang jadian di 2017. Tapi, katanya bakal tayang di KompasTV, saya jadi agak cemas dengan keamanan negara tahun depan. Tapi, saya juga curiga bakal banyak bagian yang disensor terutama adegan ketika baju Pandji terangkat dan perutnya terlihat (pasti diblur nih). #eh Jadi, mungkin masih ada harapan di 2017--bagi kalian yang jomblo. #woi
O iya. Tidak hanya sekedar kritik dan protes ada banyak ilmu yang disampaikan (disampaikan ya, bukan diambil karena tidak semua ilmunya boleh dibawa pulang, tentang cara membuka situs yang diblok misalnya atau tentang cara membesarkan--ah sudahlah--pokoknya gitu banyak pengetahuan barunya) juga. Yang paling saya ingat adalah aplikasi DwidayaTour ada fitur buat bikin pasport dan visa--eh, bukan. Maksudnya, bit-bitnya tentang produk Indonesia dan tahapan dalam berkarya, tentang orang-orang Indonesia yang mendunia tapi cuma sebagai pekerja. Sebenarnya, saya ingat hampir semua bitnya sih (ya, iyalah baru nonton tadi malam) tapi kalau ditulis semua nanti malah jadi kayak daftar isi.
He did a very good job as a "Juru Bicara". Sepulang dari shownya, saya tidak pulang dengan keadaan bahagia setelah tertawa lepas tapi... Gimana jelasinnya, ya? Kayak habis diajak jalan-jalan ke kota yang canggih dan indah lalu pulang ke kota yang amburadul. Bahagianya lenyap, tapi kesannya berbekas. Saya tidak tahu bakal berapa lama bekasnya, tapi mungkin untuk waktu yang cukup lama.
Satu hal yang paling menggangu dari shownya adalah... Ehm, ini kan yang nonton followersnya Pandji yang diklaim sendiri oleh Pandji lebih dewasa dan kebanyakan malah orang tua dari followernya Raditya Dika, tapi tetap aja saya masih melihat banyak botol bekas minuman dan kolega-kolega si botol berserakan di lantai waktu bubaran. (Tolong jangan bully saya, perasaan dan hati saya masih berserakan setelah menonton shownya Pandji.)
Tapi, terlepas dari itu, ini pertunjukan yang luar biasa. Ketawanya pas dengan harga tiket Platinum, saya berharap lebih sebenarnya. Tapi, gak masalah karena ada pengalaman, pengetahuan, dan ilmu yang harganya lebih dari itu. Jadi, masih untunglah.
Terima kasih dan sampai jumpa lagi (di platinum lagi dong XD).
Short Story of #JuruBicaraJKT
![]() |
| be a part of history |
And the rest is history.
![]() |
| THE END xP |
Nov 7, 2016
Kadang Kadang
#semogapostinibisadapatpenghargaanrekormurisebagaipostterpendek #krik
Apr 1, 2016
Bukan Untuk Anak Di Bawah Umur
Beberapa hari ini banyak berita tentang ketua PSSI yang kabur ke luar negeri dan kabarnya kaburnya ke Singapura. Pertanyaannya nih, kenapa kaburnya ke Singapura?
Nih, sebagai Malaikat yang baik, saya kasih tahu kalau kabur dari kejaran polisi terutama jika dilakukan untuk waktu yang lama, Singapura itu pilihan yang buruk. Kalau kalian pernah belajar ekonomi dan soal investasi ada pepatah yang bilang "Earn in Dollars and spent in Rupees" yang artinya cari pekerjaan itu yang digajinya dengan mata uang yang besar dan dihabiskan di negara yang biaya hidupnya rendah. Biar gaji kita enggak habis untuk biaya hidup dan bisa ditabung gitu deh.
Berpegang teguh pada pepatah itu, saya sarankan ketua PSSI saat ini lebih baik kabur ke tempat yang biaya hidupnya lebih rendah daripada Indonesia. Karena biaya hidup di Indonesia ini udah lumayan murah agak sulit menemukan negara yang biaya hidupnya lebih murah lagi. Menurut data di sini (per hari ini 1 april 2016, kalau suatu saat kalian baca tulisan ini di masa depan atau masa lalu dan datanya berbeda ya jangan salahkan saya), Indonesia itu biaya hidupnya nomor 98 dari 122. Jadi, kalau ketua PSSI mau kabur ada baiknya ke negara dari nomor 99 sampai 122 bukan ke Singapura yang menurut data yang sama ada di peringkat ke 7. Bunuh diri itu namanya, udahlah dia sedang status DPO, kabur ke negara yang biaya hidupnya peringkat 7 paling mahal di dunia padahal gajinya cuma gaji negara yang biaya hidupnya peringkat ke 98 di dunia, bagimana mau bertahan lama? Belum lagi kalau di Singapura, mau apa-apa harus menunjukkan passport, bisa-bisa baru beberapa hari sudah tertangkap, agak kurang leluasa rasanya kalau kabur ke sana. Bahkan jika dia masih digaji sekalipun pasti gajinya akan sulit menutupi biaya hidupnya di sana.
Saran saya lebih baik kabur ke India alasan pertama karena biaya hidupnya adalah yang paling rendah menurut data tadi. Saya belum pernah ke India sih, tapi menurut data di sini jumlah penduduk di India sekitar 1,322,908,307 orang ketika saya mampir ke sana beberapa detik yang lalu, kalau saat kalian lihat sudah berubah ya memang begitu adanya selalu ada satu orang anak yang lahir setiap tiga detiknya. Awalnya saya juga agak bingung itu jumlah populasi India atau jumlah senyumanmu ketika mampir di blog ini, tapi jumlah itu terlalu banyak jadi ya itu jumlah penduduk India. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, bayangkan kalau ketua PSSI bersembunyi di India, betapa sulitnya mencari dia ke sana? Ada 1,3 milliar orang dan terus bertambah setiap detiknya. Pekerjaan polisi pasti akan sangat berat sekali bagaikan mencari jerami ketua PSSI di dalam tumpukan jerami penduduk India.
Itu kita tinjau dari sisi ketua PSSI, kalau kita tinjau dari sisi negaranya. Singapura itu negara kaya, kepergian ketua PSSI ke sana untuk menghabiskan uangnya sungguh perbuatan yang kurang mulia, akan lebih mulia jika uangnya dihabiskan di India yang masih merupakan negara berkembang. Jadi, ketika dia sedang menimbun dosa kabur dari kejaran polisi sekalian beramal membantu penduduk India supaya hukumannya di neraka nanti tidak terlalu berat, mudah-mudahan pahalanya bisa melampaui dosanya sehingga dia tidak harus masuk neraka.
Sekian saran dari saya, semoga ketua PSSI membacanya dan segera pindah ke India sebelum uangnya habis lebih banyak di Singapura tanpa mendapatkan pahala apa-apa.
Mar 15, 2016
Tulisan Pendek
Jadi, gini. Hari ini hari yang indah seperti biasa dimulai dengan pagi yang cerah dan siang yang panas lalu sore yang hujan. Tidak ada yang spesial kecuali sebuah percakapan sederhana yang terdengar oleh saya.
Y: (Entah dia bilang apa saya tidak terlalu memperhatikan percakapan mereka pada awalnya.)
X: Sasuga. Kamu luar biasa Y.
Lalu, tiba-tiba kayak jelangkung datang tidak diundang pulang tidak diantar muncul Z.
Z: Sasuga apaan sih? Nama makanan Jepang?
Pertanyaan Z ini membuat saya melayang ke dua juta lima ratus enam puluh delapan ribu tiga ratus dua puluh tahun sebelas bulan yang lalu. Ingatan saya yang memang sering gagal mengingat sesuatu karena terlalu banyak menyerap informasi tidak penting tiba-tiba bekerja dengan baik. Dan, bukan, saya bukan mencari informasi tentang arti kata sasuga, ingatan saya mencari puluhan ribu kejadian yang sama, dimana kata- kata yang tidak di mengerti oleh seseorang selalu diidentikkan dengan makanan. Kenapa sih kalian kalau tidak mengerti arti dari sebuah kata, kata itu langsung diartikan sebagai makanan? Bayangkan kalau arti kata itu sesuatu yang merusak selera makan seperti pup. Sebentar, kalian tahu pup, kan? Jangan bilang enggak tahu terus kalian tanya "Pup itu apa? Nama masakan Itali?" Karena kalau begitu saya akan dengan senang hati menjawab...
"IYA, PUP MASAKAN ITALI! NOH DI WC YANG GULUNGAN KUNING-KUNING YANG TIAP PAGI KALIAN SETORIN. MAKAN TUH MASAKAN ITALI!"
Haah. Sabar, sabar.
Jadi, gini sekedar saran aja supaya kalian tidak makan pup suatu hari nanti, tolong semua kata-kata yang tidak kalian ketahui artinya jangan diasosiasikan sebagai makanan.
Terima kasih.
Jan 27, 2016
Baper
Sesuai judulnya, ini masalah baper. Baper menurut anak gaul jaman sekarang berarti Bawa Perasaan. Sebagai pengguna dan bukan anak gaul, saya ngikut aja apa kata mereka. Toh, memang kata itu mereka yang ciptakan. Tapi, masalahnya nih, kenapa baper cuma berlaku untuk perasaan sedih?
Contoh:
Kalau ada cewek cantik habis nonton film drama korea terus pacarnya mati. Pacar dari pemeran utama di drama korea itu maksudnya, bukan pacar dari cewe yang nonton drama korea. Saya ini malaikat pencatat dosa bukan pencabut nyawa jadi enggak sembarangan mematikan pacar orang, kecuali pacar dia—ba****an. Jadi, kembali ke masalah drama korea tadi. Setelah menonton drama korea yang pacarnya mati, pasti si cewek langsung baper alias bawa perasaan alias sedih. Nangis tujuh hari tujuh malam gak mau makan padahal yang mati cuma karakter di film agak bodoh sebenarnya tapi karena yang nonton cewek cantik jadi udalah kita abaikan aja.
Tapi, kalau misalnya drama korea itu berakhir bahagia dan langeng sampai nenek kakek (agak jarang—sebenarnya malah enggak pernah—terjadi karena drama korea biasanya berakhir sebelum pemerannya tua) si cewe enggak bakal bilang dia bahagia, pasti bilangnya baper juga a.k.a bawa perasaan a.k.a sedih soalnya kehidupan percintaannya enggak semulus di film itu. Terus, dia nangis lagi tujuh hari tujuh malam gak mau makan kecuali disuapin sama pacarnya. Ngeselin sih, tapi sekali lagi, karena dia cantik dan bukan pacar saya juga jadi mari kita abaikan.
Contoh lain lagi, misalnya ada sepasang sahabat (sahabat bukan kekasih) keduanya perempuan, kita sebut saja Jahe dan Kunyit soalnya saya bosan menggunakan nama samaran Mawar dan Melati. Suatu hari, Jahe baru putus dengan pacarnya. Lalu, dia cerita ke Kunyit sambil menanggis tersedu-sedu sampai sebulan. Iya, mereka berdua sampai bolos kuliah demi meratapi putusnya Jahe dengan pacarnya, sampai-sampai keduanya gak mandi sebulan dan kalau mau makan, makanannya minta dianterin pakai Gojek (kalian tahu gojek? BUKAN! BUKAN TEMANNYA TAHU GEJROT! TABOK NIH!) Nah, setelah sebulan berlalu, akhirnya mereka keluar kamar lalu mandi. Tiga hari mandinya, sabunnya sampe habis delapan botol, sampo empat botol, semuanya dipesan pake Gojek. (APA?! MAU BAWA-BAWA TAHU GEJROT LAGI?!) Keluar-keluar udah wangi dan bersih, tapi kriput kayak nenek-nenek umur 100 tahun. Untung, sebulan kemudian kulitnya kembali kencang. Lalu, Kunyit dapat pacar. Dia cerita sama Jahe. Sebagai teman yang baik, Jahe ikut senang, tapi Kunyit tahu kalau Jahe sebenarnya masih sedih. Jadi, dia tanya kepada Jahe, "He, loe gak baper, kan?"
Ok, cut!
Sampai disitu aja ceritanya karena kita udah memasuki bagian yang perlu dibahas. Lihat pertanyaan dari Kunyit. Loe. Gak. Baper. Kan. Kenapa harus menggunakan kata baper kalau yang dimaksud adalah sedih? Jahe kalau jawab gue baper sih, tapi gue senang kok lo dapat pacar gimana? Coba kalian pikirkan. Kunyit lagi senang dapat pacar, terus Jahe baper. Bapernya Jahe ini harusnya Baper senang kan? Tapi, ternyata Bapernya Jahe masih Baper sedih juga. Jadi, Baper ini sebenarnya sedih kan artinya? Iya, kan? (Kalau kalian mau jawab enggak pulang aja deh, gak usah baca-baca blog saya lagi. Sedih saya pembaca blog ini udah dikit, gak belain saya selaku penulisnya pula.) Dasar anak gaul kalau bikin kata baru suka aneh-aneh, bikin malaikat gak gaul seperti saya pusing aja.
Dari ketiga contoh di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa enggak pernah ada baper bahagia padahal arti dari kata baper adalah bawa perasaan. Perasaan apa yang dibawa? Galau dan sedih yang kebanyakan karena masalah cinta, entah itu cinta yang nyata atau cinta yang fiksi. Jadi, untuk memberikan penjelasan yang lebih lengkap jika suatu hari baper mau dimasukkan ke dalam KBBI saya menawarkan solusi penjelasan kata Baper sebagai berikut:
Baper [a] bawa perasaan (sedih, galau, gundah, galau lagi, sedih lagi, galau lagi, dsb) kebanyakan karena masalah percintaan atau masalah drama korea atau masalah kehidupan percintaan atau masalah pacar orang atau masalah pacar sendiri yang kesemuanya tidak dialami atau sudah pernah dialami oleh pelaku baper.
Sekian tulisan saya kali ini. Semoga tidak bermanfaat. Terima kasih.

